5. Demokrasi sehat. Hapus politik dinasti, hentikan pasal siluman, perbaiki UU Pemilu dan UU Partai agar kursi dewan tidak hanya diwariskan kepada anak, menantu, atau kerabat.
6. Akuntabilitas DPR sendiri. Publikasikan absensi, buka rapat secara live, hentikan pemborosan anggaran yang tidak perlu. Kalau ingin dihormati, tunjukkan kerja, bukan arogan dan kasar dalam berbicara.
Ingatlah: rakyat boleh marah, boleh kecewa, boleh mencaci. Itu hak mereka. Tapi, wakil rakyat tidak boleh sekalipun menghinanya, apalagi dengan menyebut hinaan "tolol".
Karena di atas kertas, wakil rakyat bekerja untuk rakyat. Tapi di hati rakyat, akan selalu dicatat siapa yang benar-benar mengabdi dan siapa yang hanya menjadi beban.