Jaga Netralitas Debat Pilpres, KPU Diminta Tak Undang Menteri

Felldy Aslya Utama
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Priyo Budisantoso. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta mempertimbangkan kembali opsi mengundang jajaran menteri sebagai tamu dalam debatPilpres 2019. Kehadiran menteri di acara debat rawan diterjemahkan sebagai bentuk keberpihakan tamu undangan kepada salah satu pasangan calon.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Priyo Budisantoso menyarankan KPU sebagai penyelenggara lebih memprioritaskan daftar tamu undangan terhadap pihak-pihak yang dinilai netral.

"Apakah masih dipandang perlu mengundang menteri-menteri?" ujar Priyo, di ruang rapat KPU, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Tamu yang dinilai netral, yaitu dari kalangan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kalangan yang tidak memiliki irisan dengan salah satu calon.

"Pihak-pihak yang kita yakini tidak terkait kecenderungannya bisa diterjemahkan memihak kepada kami maupun kepada (paslon) 01 misalnya," ucapnya.

Secara terpisah, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menuturkan, hanya mengundang menteri yang masih berhubungan dengan tema debat. Terutama menteri yang dinilai bukan pendukung dari salah satu calon.

Menteri itu juga tidak diperkenankan berkomentar maupun berteriak untuk salah satu calon. "Tamu undangan KPU meski latar belakangnya menteri, dia sebagai undangan KPU. Dia duduk manis, menyimak debat, tak lebih dari itu," kata Wahyu.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

4 Kali Kalah Pilpres, Prabowo Ungkap Alasan Tetap Ingin Jadi Presiden: RI Menuju Arah yang Salah

57 tahun lalu

DPR Rancang Aturan Pilpres Tak Diikuti Terlalu Banyak Capres: Jangan Sampai Kayak Kongres

57 tahun lalu

Investor China Keluhkan Hambatan Investasi ke Prabowo, Purbaya Jelaskan Hal Ini

57 tahun lalu

Rismon Ajak Diskusi soal Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Saya Saja Diblokir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal