Dia menyebut, dengan tata kelola yang diperkuat, proses yang semakin efisien, KPBU kini menjadi tulang punggung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan, inklusif, dan terbuka bagi dunia.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono menuturkan, hingga saat ini masih cukup besar minat swasta untuk skema KPBU.
Selain sektor jalan dan pembangunan terowongan MUT, masih terdapat sembilan calon investor lain di sektor hunian yang belum dapat diberikan lampu hijau untuk menjadi pemrakarsa KPBU unsolicited dengan skema AP.
"Hal ini karena minat KPBU sektor hunian di IKN perlu memperhatikan sektor lain yang akan dibiayai melalui skema KPBU AP. Kami akan mengundang mereka nantinya mengikuti KPBU sebagai peserta tender, atau melalui skema KPBU solicited," tuturnya.