Sementara itu, proyek KPBU Perumahan oleh konsorsium IJM–CHEC juga tengah dievaluasi. Proyek ini mencakup pembangunan 20 menara rumah susun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan WP 1B dengan estimasi nilai Rp13,4 triliun.
PT Delonix Bravo Investment bahkan telah memulai pembangunan Delonix Nusantara Commercial Complex pada September 2024 lalu. Kompleks ini berdiri di atas lahan seluas 24.200 meter persegi dan akan menghadirkan hotel ramah lingkungan, apartemen servis, ruang ritel, perkantoran, fasilitas olahraga, serta ruang terbuka hijau dengan nilai diperkirakan mencapai Rp500 miliar.
Hingga 26 Mei 2025, OIKN telah menerima 36 Letter of Interest (LoI) asal China. Sebanyak 32 di antaranya untuk skema KPBU, sisanya untuk skema investasi langsung.
Sektor-sektor yang diminati mencakup energi, perumahan, digital, pengelolaan sampah, infrastruktur transportasi, infrastruktur dasar, industri hijau, gaya hidup, hingga media dan penyiaran.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran investasi China di IKN. Bagi investasi yang telah masuk, dipastikan pembangunan tidak akan berhenti di tengah jalan.