"Dan yang ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.
"Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.
Kemlu menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak.
"Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis unggahan tersebut.