Seperti yang diterangkan Baeduri, Febrial Khaja Muda membenarkan filosofi duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Dia menjelaskan di Lampung terdapat dua masyarakat adat yakni Pepadun dan Saibatin.
"Artinya Saibatin dan Pepadun ini sama posisinya. Tidak ada yang paling tinggi dan tidak ada yang paling rendah," katanya.
Kedua, Febrial Khaja Muda mengatakan Tukkus memiliki sayap supaya Saibatin dan Pepadun bisa mengepakkan sayapnya agar bisa mengangkat nama Lampung.
Salah satu elemen yang kerap digunakan di Tukkus adalah emas. Seperti tukkus yang dikenakan oleh Ganjar Pranowo yang kaya akan elemen emas.
"Keduanya sama-sama terbang untuk menunjukkan ke dunia bahwa Lampung itu emas," terang Febrial Khaja Muda.