Dari sisi permintaan pasar, APSyFI melihat masih dalam level yang stabil dengan kecenderungan permintaan meningkat karena kenaikan harga bahan baku impor juga jadi lebih tinggi dari produk lokal.
“Hingga saat ini bahan baku baik untuk polyester maupun rayon yang diproduksi di dalam negeri belum ada kendala, barangnya ada, hanya harganya yang tinggi” tuturnya.
Meski demikian, Redma menekankan secara keseluruhan tingkat utilisasi nasional produsen polyester masih dibawah 40 persen dan utilisasi produsen rayon sekitar 70 persen.
“Belum bisa jalan full karena yang sudah berhenti tidak mau jalan lagi selama pemerintah membiarkan praktik unfair terus terjadi di pasar domestik” ucapnya.
Saat ini para produsen yang masih beroperasi hanya dapat melayani konsumen eksisting. Sedangkan, mereka yang biasa menggunakan bahan baku impor tidak diprioritaskan.