Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG Ungkap Wilayah Terpanas

Binti Mufarida
BMKG mengungkapkan saat ini wilayah Indonesia berada pada musim peralihan hujan ke kemarau atau pancaroba. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Guswanto meminta masyarakat yang berada di wilayah selatan ekuator, khususnya Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, wilayah-wilayah ini memiliki karakteristik permukaan lebih cepat menyerap panas dan relatif lebih kering. 

"Sehingga lebih rentan mengalami akumulasi panas ekstrem pada siang hari," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem seperti dehidrasi dan heat stroke yang menjadi risiko utama, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. 

"Selain itu, suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat memicu kekeringan lokal dan menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah, yang berdampak pada aktivitas harian dan kesehatan masyarakat," katanya.

"Dalam jangka yang lebih luas, kondisi cuaca yang panas dan kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di daerah-daerah yang rawan dan minim curah hujan dalam beberapa waktu ke depan," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

BMKG: Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

2 hari lalu

Gempa Terkini M5,5 Guncang Sangihe Sulut, Kedalaman 10 Km

2 hari lalu

Fenomena Bediding Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Suhu Dingin di Dieng Tembus 0,7 Derajat Celsius

2 hari lalu

Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal