"Sementara itu, 81 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat," tulis BMKG dalam keterangannya.
Tingginya aktivitas kegempaan ini merupakan hal yang wajar di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
"Artinya, hampir setiap hari Indonesia mengalami banyak gempa, namun sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak terasa. Ini hal yang wajar karena Indonesia memang berada di wilayah yang sangat aktif secara tektonik," tulis BMKG.