Ilmuwan Jenius Penemu Teori Keretakan Pesawat Itu Berpulang

Ahmad Islamy Jamil
Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie. (Foto: Habibie Center).

Sejak itu, jadilah sang mami, Toeti, menjalani peran ganda yaitu sebagai ibu sekaligus ayah bagi delapan anaknya. Toeti harus menjadi tulang punggung bagi Habibie bersaudara.

Pada 1954, Rudy memulai studinya di Jurusan Teknik Mesin di Universitas Indonesia Bandung--yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Masa pendidikannya di kampus biru itu hanya berlangsung setahun.

Rudy lantas memutuskan untuk berkuliah di Jerman, yakni di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH). Di sana, dia memilih Jurusan Teknik Penerbangan.

Semasa kuliah di Jerman, Habibie menemukan rumus yang dapat digunakan untuk memprediksi keretakan pada pesawat dengan tingkat akurasi tinggi. Teori keretakan pesawat hasil temuannya itu kemudian dikenal dengan "Faktor Habibie".

Pada 1960, Habibie meraih gelar Diploma Teknik dengan predikat cumlaude. Lima tahun berselang, dia mengantongi gelar Doktor Teknik dengan predikat summa cumlaude. Secara keseluruhan, ada 10 tahun ilmuwan jenius ini menghabiskan masa pendidikannya di Jerman.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Ryamizard Ryacudu Wafat, Kemhan: Warisan Pengabdiannya Akan Terus Dikenang

2 bulan lalu

Jenazah Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Dibawa ke Rumah Duka, Peti Berbalut Bendera Merah Putih

2 bulan lalu

Jenazah Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Rumah Duka Cikeas

2 bulan lalu

Breaking News, Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal