"Tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sarana prasarana Polri juga membuat kepolisian Indonesia seperti tidak terarah, terutama dlm alutsista, IT, dan teknologi kepolisian," ujar Neta.
Sebab itu, kata Neta, Kapolri pengganti Idham Azis harus berani melakukan perubahan dan dobrakan besar khususnya di dalam tubuh Polri itu sendiri.
"Begitu juga tidak adanya evaluasi terhadap Grand Desain kepolisian membuat motto Polri yang Promoter hanya menjadi sebuah kata kata kosong yang ke depan harus ditata ulang Kapolri baru agar Polri menjadi polisi yang modern," tutur Neta.