Saat ini, Idham juga mulai memelihara sembilan ekor koi yang panjangnya satu meter. Dia juga memiliki cucakrawa dan murai yang suaranya bagus. Tetapi dia membeli karena lebih kasihan kepada di penjual, seorang pelatih bulu tangkis yang bekerja sebagai pelatih di Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Hobi lain yang dia tekuni adalah mengoleksi keris dari berbagai daerah di Nusantara. Ada juga pemberian teman sebagai peninggalan leluhurnya. "Tapi saya tidak benar-benar paham keris, kawan-kawan yang tahu," kata Idham.
Satu hal yang pasti, Idham tidak tertarik terjun ke politik praktis setelah pensiun jadi polisi. "Tidak hari ini atau kapan pun," tegasnya.
Idham sendiri saat dilantik jadi Kapolri, usainya 56 tahun. Berdasarkan hitungan, dia hanya akan menjabat 14 bulan. Namun Idham tidak merisaukan hal itu. Menurutnya yang terpenting bukanlah singkat atau lamanya seseorang menjabat melainkan karya yang dihasilkan.
"Saya tidak pernah bermimpi jadi Kapolri, dan saya yakin seindah apapun rencana manusia, dia tidak akan pernah bisa mengalahkan rencana dan keputusan Tuhan," ungkapnya.
Selama menjabat Kapolri, Idham tidak pernah dihinggapi ketakutan tak bisa menjalankan amanah. Dia punya tim yang solid, perintan Presiden terjabarkan dan bisa dilaksanakan.
Dia juga tidak terlalu berminat menanggapi suara sumbang yang ditunjukan kepadanya saat menjalankan tugas. Baginya, itu riak kecil saja.