Bahkan kini layanan digital tidak hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, seperti menabung.
Salah satunya melalui OVO Nabung by Superbank, berupa rek-wallet (rekening e-wallet) yang menggabungkan kenyamanan e-wallet dengan manfaat tabungan digital, termasuk bunga hingga 5 persen per tahun langsung melalui aplikasi OVO. Melalui fitur ini, pengguna dapat lebih mudah menyisihkan uang sejak awal sekaligus tetap fleksibel digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, OVO terus mendorong mahasiswa untuk mulai memahami konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi. Di antaranya mengatur anggaran, mengontrol pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Burhan juga menyoroti pentingnya perencanaan dalam penggunaan e-wallet. Termasuk kebiasaan top up yang sering dilakukan tanpa perhitungan.
“Lebih baik direncanakan. Misalnya top up untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, jadi lebih terkontrol,” jelasnya.
Dia menilai, literasi keuangan justru sering tidak didapatkan di bangku kuliah, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sehari-hari. Program MoneyFestasi x Fintech Academy by OVO sendiri dirancang sebagai ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk memahami penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Tak hanya soal kemudahan transaksi, sesi ini juga membahas pentingnya keamanan digital, seperti tidak membagikan OTP dan PIN kepada siapapun, serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
OVO berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif fintech, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat. Karena di era digital, kemampuan mengelola uang bukan lagi sekedar kebutuhan, tetapi juga keterampilan penting untuk masa depan.