"Karena waktu itu kan ratusan, waktu itu yang hadir ratusan doorstop. Ada sebagian wartawan. Dia dari mana tahu wartawan? Pakai ini (ID card), yang lainnya intel. Yang lainnya LSM. Ya itu LSM karena pas saya naik mobil, salaman, 'Dari mana?', 'LSM'," ujarnya.
Hotman lalu mengungkap konteks percakapan yang memicu munculnya ucapan tersebut. Dia mengatakan saat itu mendapat pertanyaan mengenai dugaan hidden agenda atau agenda tersembunyi dari suatu institusi dalam kasus yang menyeret mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Namun, dia mengaku tidak mengetahui hal yang ditanyakan.
"Kan ada orang bertanya 'Apakah saudara Hotman tahu hidden agenda dari institusi itu?' katanya. Dia pakai istilah hidden agenda. Arti hidden agenda apa? Agenda tersembunyi. Terus saya jawab, yang namanya aja tersembunyi bagaimana gua tahu?" kata Hotman.
Menurut dia, pertanyaan lanjutan yang mengaitkan hal tersebut dengan kriminalisasi membuatnya melontarkan respons spontan.
"Tiba-tiba ada yang nanya 'Kalau gitu kriminalisasi dong?' Ya tadi kan saya sudah jawab saya nggak tahu hidden agenda, saya bolak-balik bilang gitu. Harusnya respons saya adalah, 'Kok lu ngantuk-ngantuk ke situ?' maksudnya. Tapi kan sambil bercanda, 'Eh otak lu di mana sih?' gitu lho," ujarnya.