“Saya membawa anak itu ke sini untuk klarifikasi baik-baik. Saya tanya kepadanya, 'Kenapa bapakmu mencari-cari saya dan menghina saya?' Saya juga bertanya bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor ponsel istri saya, karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya,” kata dia.
Hercules pun membantah telah mengintimidasi Ilma Sani dengan cara memaksa anaknya buka jilbab dan menodongkan senjata api. Hercules memastikan, Ilma Sani diperlakukan dengan baik.
“Di sini ada lima anggota GRIB perempuan yang menemani. Saat ia mengaku pusing dan flu, kami carikan obat Panadol dan memberinya makan karena ia belum makan,” katanya.
Setelah itu, lanjut dia, pihak Polres Metro Depok menelepon pengacaranya. Dia menyampaikan kepada petugas piket bahwa anak Ahmad Bahar ada di DPP GRIB Jaya dalam keadaan baik.
Selanjutnya, pihaknya mengantarkan Ilma Sani ke Polres Metro Depok serta menyelesaikan masalah tersebut. Dia berkata, saat itu, kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai di kantor polisi.