Makam palsu itu dibangun menggunakan bata hebel dan diberi nisan dengan nama wali seperti Syeh Antaboga, Nyi Mas Ratu Gandasari, Prabu Tajimalela dan lainnya.
“Selain membuat makam keramat palsu, Suhada juga membuat terowongan atau goa yang diduga untuk ritual pesugihan,” kata Kapolres.
Tak hanya soal pesugihan, warga juga mengaku resah dengan ajaran menyimpang yang disebarkan Suhada. Dia diduga melarang pengikutnya menjalankan ibadah wajib seperti salat Jumat dan puasa Ramadan.
“Warga juga menganggap Suhada menyebarkan ajaran sesat untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan puasa Ramadan,” ucapnya.
Saat ini, keberadaan Suhada masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Lokasi makam telah dipasangi garis polisi untuk mencegah tindakan provokatif.
“Keberadaan Suhada masih kita selidiki dan saat ini lokasi pemakaman telah dipasang police line. Untuk menjaga kondusifitas kamtibmas, kami kedepankan petugas Bhabinkamtibmas,” ujar Condro.