Gus Dur, ungkap Cak Imin, dalam pribadinya tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain. Sangat santun kepada orang kecil serta taat kepada orangtua.
"Gus Dur merupakan presiden yang menjadikan Istana Presiden yang begitu sakral menjadi istana rakyat. Dari semua itu, Gus Dur merupakan orang yang tawadhu substantif," ujarnya.
Cak Imin yakin banyak hal yang masih bisa dikaji dari Gus Dur. Baik itu sejarah panjang perjungan Gus Dur, gerakan pemikiran, kajian serta keinginan menjadi konseptor pengetahuan.
"Gus Dur bahkan bangga jika bisa berdebat dan mengalahkan Dr Nasikun, sosiolog UGM," katanya.
Menurut Cak Imin ada tiga poin penting yang diperjuangan Gus Dur dan dinikmati Indonesia hari ini. Ketiga hal tersebut yakni demokrasi, HAM, dan kesamaan di depan hukum.
"Ya, hari ini kita nikmati betul. Sekalipun hukum masih harus diperjuangkan lagi. Pikiran Gus Dur y
ang harus menjadi doktrin, walaupun nilai-nilai ajaran Gus Dur ada mabda syiasih dan himne. Dan itu semua harus kita perjuangan bersama. Ujung dari semua ini ketauhidin dan kemanusiaan," katanya.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid, Waketum DPP PKB Hanif Dhakiri, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB M Hasanuddin Wahid, Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Eksekutif Legislatif dan Struktur Partai Abdul Halim Iskandar, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Bambang Susanto, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta Ketua Bidang Agama dan Dakwah Syaikhul Islam Lukman Hakim.