“Fokus kita sekarang evakuasi. Kalau masih ada korban selamat, itu benar-benar sebuah keajaiban,” kata Ribut dengan nada haru.
Basarnas mengakui peluang untuk menemukan korban dalam kondisi hidup semakin kecil. Namun, pencarian tetap dilakukan secara maksimal hingga hari terakhir, Jumat (11/7/2025).
Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami insiden pada Kamis dini hari (3/7/2025) sekitar pukul 00.15 WITA. Sebelumnya, kapal sudah mengirim sinyal bahaya akibat kebocoran mesin.
Total 65 orang berada di atas kapal, terdiri atas 53 penumpang dan 12 kru. Kapal juga mengangkut 22 kendaraan berbagai jenis. Insiden terjadi di perairan Selat Bali, tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk. Kapal mengalami blackout dan tenggelam dalam waktu singkat.
Hingga Kamis (10/7/2025), dari hasil pencarian ditemukan 42 korban dan 22 masih hilang. Perinciannya yakni: