JAKARTA, iNews.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) membawa dampak positif bagi petani. Saat ini rata-rata harga gabah berada di kisaran Rp7.000 per kilogram atau lebih tinggi dibandingkan HPP yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa kondisi tersebut menjadi insentif bagi petani untuk meningkatkan produksi pangan nasional, terutama di tengah target pemerintah mencapai swasembada beras.
"Tentu ada sisi positif. Sisi positifnya apa? Petani kita lagi bahagia. Nah kalau kita ingin menjadi negara produsen beras, ingin swasembada, tentu ini sisi positif. Kenapa? karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).
Bapanas mencatat kesejahteraan petani menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga yang diterima petani padi pada Juni 2026 mencapai 149,65, menjadi level tertinggi sejak 2019.
Secara tahunan, rata-rata indeks harga yang diterima petani juga terus meningkat. Pada 2021 indeks tersebut berada di angka 104,99, lalu naik menjadi 141,31 pada 2025.