GP Ansor Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras dan Garam karena Rugikan Petani

Tim iNews.id
GP Ansor Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras dan Garam karena Rugikan Petani (Foto: Istimewa)

GP Ansor menilai kebijakan impor beras yang terus dilakukan dari tahun ke tahun melalui Kementerian Perdagangan. Hal ini meencerminkan inkonsistensi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan.

"Untuk itu saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran GP Ansor di seluruh Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menggalang suara publik guna mengkritisi kebijakan impor beras. Sudah seharusnya GP Ansor berdiri di belakang petani dan menjadi penyambung suara mereka," ujarnya.

Menurut Adhe Musa, rencana ini merugikan petani dan akan mematikan semangat petani. Kebijakan impor pangan bukanlah solusi yang bermartabat untuk menjawab kebutuhan pangan bangsa.

GP Ansor menilai ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kebutuhan pangan nasional. Langkah yang bisa dilakukan antara lain, membangun sistem dan kelembagaan pertanian domestik yang mendorong peningkatan produktivitas serta kualitas produksi beras nasional. 

Cara itu dilakukan dengan bertumpu pada sistem pertanian keluarga yang menghargai dan mengutamakan kesejahteraan petani. Pemerintah perlu mempromosikan dan mendukung penuh keragaman pangan pokok berbasis pangan lokal sesuai potensi yang ada di setiap daerah. 

"Diversifikasi pangan merupakan salah satu kunci mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan," ujar Adhe Musa.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berapa Banyak Gram Garam Dibutuhkan Tubuh Manusia? Begini Kata Pakar

57 tahun lalu

Garam Ternyata Penting untuk Otak dan Jantung, Ini Bahayanya jika Kekurangan

57 tahun lalu

Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Prabowo: Mereka Harap Dapat Bantuan Lebih Banyak Lagi

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Alasan Kebut Proyek Hilirisasi: Sudah Terlalu Lama Petani, Nelayan, Buruh Tidak Sejahtera 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal