Selain itu, kondisi cuaca ekstrem ini turut meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Mulai dari gangguan akibat panas hingga penyakit berbasis lingkungan.
"Risikonya, ya, akibat panas ekstrim tentu adanya heat exhaustion dan juga heat stroke fatal bahkan jika tidak ditangani cepat termasuk dehidrasi berat dan potensi gangguan ginjal akut ketika mengalami dehidrasi," kata Dicky.
Tak hanya itu, kualitas udara yang buruk juga berkontribusi terhadap lonjakan penyakit pernapasan.
"Seperti ISPA, asma, penyakit paru obstruktif kronik, juga penyakit kardiovaskuler," ujarnya.
Di sisi lain, penyakit menular juga berpotensi meningkat akibat perubahan kondisi lingkungan, seperti air yang tercemar dan genangan yang menjadi sarang nyamuk.
"Diare akibat kuman leptospirosis atau hepatitis A juga meningkat," tuturnya. "Lalu, demam berdarah juga akan meningkat. Pun malaria, karena kemarau yang panjang," tambah dr Dicky.