Gerhana Matahari Cincin Lintasi Indonesia 26 Desember, 25 Kota dan 7 Daerah Dilewati

Wildan Catra Mulia
Logo BMKG

Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi. Fenomena ini merupakan salah satu akibat dari dinamisnya pergerakan matahari, bumi, dan bulan. Kerap terjadi pada saat fase bulan baru.

Sedangkan gerhana bulan terjadi ketika terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bulan. Biasanya terjadi pada saat fase purnama.

Sementara itu, GMC terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada tepat segaris. Pada saat itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari. Akibatnya, ketika puncak gerhana tiba, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di sisi tengahnya, dan terang di sisi pinggirnya.

"Baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, peristiwanya dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi," tulis BMKG.

Meskipun peristiwa GMC di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi yang sama dalam siklus tertentu. BMKG memprediksi GMC yang selanjutnya akan terjadi pada 21 Mei 2031 dan 14 Oktober 2042.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
5 hari lalu

Gempa Besar M7,3 Guncang Meksiko, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

6 hari lalu

Prabowo Geram RI Disebut Bangsa Malas-Hobi Tidur: Rakyat Kita Kerja Keras Tiap Hari!

10 hari lalu

Prabowo Singgung Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-Lama Ngerampok

10 hari lalu

Prabowo Singgung Kekalahan Pilpres: Saya Merasa Gerakan Koperasi Selalu Berada Bersama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal