Gema mencontohkan perjuangan para pendiri bangsa yang mampu mempertahankan kedaulatan Indonesia meski memiliki keterbatasan dari sisi sumber daya dan persenjataan.
"Kembali kepada prajurit zaman dulu melawan Belanda pakai bambu runcing, tapi kita memiliki wibawa dengan bambu runcing itu sampai bisa merdeka. Bagaimana dengan sekarang?" katanya.
Di sisi lain, Gema menilai penguatan diplomasi harus didukung tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi. Dia menyoroti pentingnya keselarasan komunikasi dan koordinasi antarkementerian serta lembaga agar setiap kebijakan pemerintah memiliki tujuan yang jelas dan dipahami publik.
"Makin ke sini yang saya perhatikan memang yang harus menjadi catatan adalah bagaimana kita punya sistem integrasi, sistem komunikasi dan keseragaman di dalam tata kelola pemerintahan ini," ujarnya.
Menurut dia, berbagai agenda diplomasi dan kunjungan luar negeri pemerintah akan lebih efektif apabila disiapkan secara matang dan dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Dengan demikian, publik dapat memahami tujuan serta hasil yang ingin dicapai sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran.