GBK Ingin Bangun Terowongan Bawah Tanah ke Stasiun MRT untuk Akses Masyarakat 

Armydian Kurniawan
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi Afif Kusumo (Foto: MPI/Aldi Chandra)

Dengan kantong parkir terbatas serta lokasi di kawasan segitiga emas yang sibuk dan rawan macet, PPKGBK juga akan memperbanyak jumlah shuttle bus listrik.

Terkait rencana menjadikan Kompleks GBK sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025, PPKGBK sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara terus menata berbagai aset untuk menyambut investasi-investasi baru.

”Kami memiliki blue print pengembangan kawasan olahraga, wisata, area komersial hingga taman kota sambil melindungi cagar budaya yang banyak di sini, serta menjaga kehijauan lingkungan,” kata Rakhmadi. 

Total luas lahan Kompleks GBK mencapai hampir 280 hektare, dengan lebih dari 50 persen sebagai kawasan olahraga, dan sisanya hampir berimbang antara area komersial dan pemerintahan.

Salah satu titik yang masuk dalam rencana revitalisasi adalah eks Hotel Sultan, yang akan dibangun menjadi area komersial, pusat bisnis, dan area hijau yang terintegrasi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Megapolitan
6 hari lalu

Anggota DPRD DKI Dukung Proyek MRT Kembangan-Balaraja: Untungkan Warga Banten dan Jakarta

Megapolitan
1 bulan lalu

Catat! MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 02.00 Dini Hari saat Malam Tahun Baru

Megapolitan
3 bulan lalu

MRT Jakarta Gangguan, Penumpang Tertahan Lama di Stasiun

Megapolitan
3 bulan lalu

Pramono Tekan Pergub, Pekerja Bergaji di Bawah Rp6,2 Juta Gratis Naik Transjakarta hingga MRT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal