Adian Napitupulu, yang oleh warganet dijuluki “Bapak Ojol Nasional,” menyatakan dengan tegas komitmennya memperjuangkan batas potongan aplikator sebesar 10 persen.
“Begini, maksimal per hari ini, per saat ini kita meminta komisi aplikator tidak lebih dari 10 persen. All in,” tegas Adian.
Ia juga menyoroti persoalan kesejahteraan pengemudi yang masih membutuhkan pembahasan mendalam. Adian mendorong agar pemerintah segera mengadakan forum diskusi terpadu yang melibatkan seluruh pihak terkait.
“Itu yang harusnya perlu pemerintah membuat FGD-FGD dan diskusi terbuka baik dengan Komisi Lima, maupun dengan teman-teman driver dan aplikator,” jelasnya.
Desakan pembatasan komisi tersebut semakin kuat dengan data yang diungkap oleh Adian. Ia menjelaskan bahwa biaya operasional aplikator per transaksi (cost per action) hanya sekitar Rp204, termasuk layanan peta dan jasa aplikasi. Namun, masih banyak aplikator yang menerapkan potongan di atas 20 persen, bahkan menambah biaya sekitar Rp2.000 per transaksi.