Feri Amsari Sebut Materi Mens Rea Komika Pandji Bagian dari Pendidikan Politik

Tim iNews.id
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai materi Mens Rea merupakan pendidikan politik. (Foto: screenshot)

JAKARTA, iNews.id - Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai bahwa materi Mens Rea yang dibawakan Komika Pandji Pragiwaksono bagian dari pendidikan politik. Sebab materi tersebut berisi ajakan untuk menilai calon pemimpin lebih bijak.

“Orang-orang tidak boleh melihat pemimpin berdasarkan ibadah, dan itu sudah jadi tren. Jangan hanya itu saja kata Pandji dan itu clear kok,” ucap Feri dalam Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa (27/1/2026).

Ia pun menjelaskan bahwa materi tersebut berkaitan dengan ayat dalam Alquran yang melarang umat manusia memamerkan ibadahnya.

“Jadi pendidikan politik yang dia tekankan dan ayat yang saya baca tadi berkaitan dengan orang-orang yang suka menampilkan dan kemudian dikutuk dia celaka dia, celaka, makanya dalam hal ini celaka orang yang menjadikan politik dan ibadah seolah-olah tak punya nilai untuk pengaruhi pemilih,” sambung dia.

Sementara itu, Tim Advokasi Anti-Kriminalisasi, Ahmad Khozinudin menilai konten Mens Rea yang dibawakan Komika Pandji Pragiwaksono menandakan sebuah kesalahan pada Indonesia. Sebab, konten tersebut berisi kritikan kepada negara.

Padahal, kata Khozinudin, kritik tersebut seharusnya disampaikan oleh ulama hingga wakil rakyat. Namun, justru disampaikan oleh komika yang seharusnya menggunakan materi sederhana.

"Hari ini kita semua miris, prihatin, turunnya komika mengambil materi kekuasaan itu berarti ada yang salah pada negara kita. Harusnya komika ambil materi buah-buahan, sayuran, paling tinggi gosip tentang artis itu sudah tertawa terbahak," ucap Khozinudin.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pelaporan Tiyo Ardianto Dinilai Bentuk Pengalihan Perhatian Publik

57 tahun lalu

Asfinawati Ungkap Konsep Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras-Agama: Bukan Orang per Orang

57 tahun lalu

Tiyo Ardianto Dipolisikan, Ray Rangkuti: Harusnya Penjahat yang Dihukum, Bukan Orang Berpikir

57 tahun lalu

Farhat Abbas Ungkap Kapolri Ingin Proses Hukum Tiyo Ardianto, Ditolak Prabowo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal