Fenomena Lipstick Effect, Rupiah Melemah tapi Mal dan Kafe Tetap Penuh

Mei Sada Sirait
Belakangan ini media sosial ramai membahas fenomena “lipstick effect” di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Foto: Ilustrasi/AI)

Dalam situasi penuh tekanan, masyarakat cenderung menahan pembelian besar seperti mobil atau liburan mahal. Sebagai gantinya, mereka tetap membeli hiburan kecil atau kebutuhan yang dianggap masih terjangkau untuk menjaga suasana hati.

Fenomena tersebut dinilai kini mulai terlihat di Indonesia. Masyarakat masih ramai nongkrong di kafe, staycation, membeli skincare hingga gadget meski kondisi ekonomi sedang dibayangi pelemahan rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Orang nggak beli mobil baru, tapi beli kopi Rp80 ribu. Orang nggak liburan ke Jepang, tapi staycation di hotel bintang tiga,” tulis akun itu.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, ramainya pusat perbelanjaan atau coffee shop belum tentu menjadi indikator ekonomi sedang baik. Sebaliknya, kondisi itu disebut sebagai bentuk pelarian masyarakat dari tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang semakin berat.

“Mall rame bukan karena ekonomi baik. Mall rame karena orang butuh pelarian murah dari kenyataan yang mulai berat,” kata unggahan tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: 3 Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

Nasional
11 jam lalu

Purbaya Gelontorkan Uang Rp2 Triliun per Hari demi Selamatkan Rupiah

Nasional
1 hari lalu

Komisi XI DPR Perintahkan BI Kembalikan Rupiah ke Rp16.500 per Dolar AS

Nasional
1 hari lalu

Gubernur BI usai Bertemu Prabowo di Istana: Yakin Rupiah Stabil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal