FAO Ungkap 43,5% Masyarakat RI Tak Mampu Beli Makanan Bergizi, MBG Dianggap Solusi

Tim iNews.id
Menu MBG. (Foto: Arif Julianto)

Namun begitu, Soedjatmiko menggarisbawahi pemberian MBG untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan balita jauh lebih rumit dibandingkan kelompok usia sekolah.

“Bagaimana memastikan ibu hamil di pelosok mendapatkan asupan setiap hari jika tidak bisa ke Puskesmas? Sistem pengantaran ke rumah menjadi kunci, namun memerlukan manajemen pengantaran yang jelas,” kata dia.

Soedjatmiko juga menyoroti MBG untuk ibu hamil, menyusui, bayi, balita di bawah dua tahun (baduta) dari keluarga miskin memiliki manfaat jangka panjang yang jauh lebih besar. Efisiensi dana juga sangat besar apabila MBG lebih tepat sasaran. 

Sementara keluarga yang sudah mampu bisa mandiri memenuhi asupan gizi hariannya. Selain harus mengutamakan keluarga miskin, Soedjatmiko juga menyarankan agar MBG harus dibarengi dengan program percontohan pengolahan bahan pangan lokal. 

“Agar keluarga mereka mampu menyiapkan makanan bergizi secara mandiri dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” ujarnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cerita Siswa Bisa Menabung Sisihkan Uang Jajan Berkat Program MBG

57 tahun lalu

Heboh karena Berdekatan dengan Kandang Babi, Dapur MBG di Sragen Akan Dipindah

57 tahun lalu

BGN Kejar Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026

57 tahun lalu

Kepala BGN Cek Penyaluran MBG di SDN Cilincing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal