Dalam kondisi kesehatan yang menurun, seperti sesak napas dan demam tinggi, dr Myta tetap bertugas. Disebutkan pula bahwa kadar saturasi oksigennya sempat berada di angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan penanganan.
IKA FK Unsri juga menyoroti adanya dugaan persoalan administratif dalam layanan medis. Disebutkan bahwa ketersediaan obat di rumah sakit sempat kosong, sehingga pasien diminta mencari obat secara mandiri di luar fasilitas kesehatan.
Tak hanya itu, terdapat pula dugaan adanya tekanan dan upaya pembatasan informasi oleh oknum pembimbing. Situasi ini disebut berdampak pada dokter internship yang mencoba menyampaikan kondisi kerja mereka.
"IKA FK Unsri mendesak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan KKI untuk segera melakukan audit menyeluruh. Audit difokuskan pada kelayakan RSUD KH Daud Arif sebagai wahana internship," tulis isi surat pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum IKA Unsri dr H Ahmad Junaidi dikutip dari unggah IG @medicstory, Sabtu (2/5/2026).
IKA FK Unsri menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus ini. Mereka juga menegaskan akan terus mengawal prosesnya hingga tuntas.
"Kami berharap surat ini menjadi perhatian serius demi perbaikan sistem pendidikan kedokteran dan perlindungan tenaga kesehatan di Indonesia," tulis isi surat pernyataan tersebut.