JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memantau ketat pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini untuk menghindari risiko pemadaman bergilir terulang kembali.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menjelaskan, saat ini sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah diamankan, dari total kebutuhan tahunan sebesar 154 juta MT.
Volume ekspor yang sempat ditahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional PT PLN (Persero). Saat ini, kegiatan ekspor batu bara telah berjalan normal.
"Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Kementerian ESDM sebagai regulator. Seiring dengan membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batu bara kini telah berjalan kembali secara normal," ujar Anggia dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas dan mitigasi risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang, proses pengadaan energi primer PLN akan diawasi dengan lebih ketat.