Epidemiolog: Kelompok Usia 12-18 Tahun Miliki Mobilitas Tinggi, Wajib Vaksinasi Covid-19

Komaruddin Bagja
Ilustrasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi Covid-19 terhadap anak berusia 12-18 tahun. (Foto: Antara).

Anggota DPRD DKI Jakarta ini menilai, penolakan vaksinasi oleh sekelompok orang harus diikuti dengan penerapan aturan yang sesuai. Sehingga tidak mengorbankan masyarakat secara umum jika ada yang tidak divaksin.

Dia mencontohkan, penerapan aturan itu bisa dalam bentuk larangan anak ikut pelajaran atau kegiatan ekstra kurikuler jika tidak divaksin, tidak diperkenankan ikut PTM, penghentian subsidi dan larangan mengikuti ujian.

"Akan sia-sia semua jerih payah dan pengorbanan tenaga dan nyawa mereka yang berjuang, juga korban yang meninggal, bilamana vaksinasi kepada kelompok ini gagal mencapai 100%. Biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan vaksin, kerja keras seluruh pihak dan upaya mencegah gelombang ketiga menjadi sia-sia," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Health
5 hari lalu

Mungkinkah Hantavirus Jadi Pandemi Baru? Ini Jawaban Ahli Epidemiologi

Megapolitan
4 hari lalu

1.767 Hewan Divaksin Rabies di Jaksel: Kucing, Anjing hingga Kera

Nasional
5 hari lalu

WHO: Hantavirus Lebih Mematikan daripada Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal