Eksklusif! Harga Beras Naik meski Swasembada, Wamentan Ungkap Faktanya

Tim iNews
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan penjelasan terkait harga beras (dok. iNews)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia mencapai swasembada beras, ditandai dengan nol impor beras sejak 2025. Namun, di tengah masyarakat ada laporan kenaikan harga beras pada tahun ini.

Terkait hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan penjelasan.

Dia mengungkapkan, harga beras atau sembako turut diatur pemerintah lewat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini ditetapkan agar para petani bisa menghidupi keluarganya.

"Semua pedagang harus beli gabah panen di sawah Rp6.500 (per kg), minimal," kata Sudaryono dalam Dialog Spesial Bersama Aiman Witjaksono bertajuk 'Eksklusif! Wamentan Jawab Pangan hingga Sawit' di iNews, dikutip Selasa (21/4/2026).

Kemudian, untuk melindungi konsumen ada Harga Eceran Tertinggi atau HET. HET beras medium di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan) misalnya Rp13.500 per kg.

"Kalau harga beras itu terlalu murah, itu membunuh produsennya. Kalau terlalu mahal itu merepotkan atau merugikan konsumennya," ujar Sudaryono.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Wamentan Ungkap Alasan di Balik Ekspansi Sawit di Papua

Nasional
7 jam lalu

RI Raja Sawit Dunia, Wamentan Sebut 60 Persen Pasokan Global Dikuasai Indonesia

Nasional
14 jam lalu

Wamentan Tegaskan RI Swasembada Pangan: Tak Impor Beras, Protein Tercover Ayam dan Ikan

Nasional
1 hari lalu

Cadangan Beras RI Tembus 4,9 Juta Ton, Kepala Bapanas: Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal