Lebih lanjut, Razman mengatakan polemik ijazah Jokowi belakangan ini mulai bergeser dari aspek hukum ke arah kepentingan politik.
“Jadi, saya ingin menyampaikan mengapa saya semakin melihat dari perspektif saya, yang pernah juga menjadi politisi, dosen, dan juga praktisi hukum, kok kelihatannya makin ke sini ini bukan pada aspek penegakan hukum, tetapi makin mendekati unsur kepentingan politik. Nah, ini ada argumennya,” ujar Razman.
Razman juga mengkritik pernyataan sejumlah tokoh yang dinilai terlalu jauh menyimpulkan perkara sebelum ada putusan hukum tetap.
“Belum ada putusan hukum yang inkracht terkait dengan ijazah Pak Jokowi yang menyatakan bahwa ijazah Pak Jokowi palsu,” katanya.