Karena itu, Marwan menekankan pentingnya menjadikan momentum pertumbuhan ini untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dia turut mendorong pemerintah untuk fokus pada lima langkah strategis. Pertama, memperkuat industri pengolahan dan manufaktur berorientasi ekspor yang padat karya. Kedua, mendorong UMKM naik kelas menjadi usaha formal melalui kemudahan regulasi dan pembiayaan.
Ketiga, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan. Keempat, memperbaiki iklim investasi dengan reformasi birokrasi dan kepastian hukum, dan kelima, memperluas perlindungan sosial tenaga kerja untuk mendorong formalisasi.
“Pertumbuhan 5,61 persen bukan tujuan akhir, yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu mampu menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” tuturnya.