Menurutnya, tak menutup kemungkinan bila pertemuan itu turut membahas isu-isu geopolitik. Effendi mengaku merasakan ada jarak atau gap komunikasi antara pemerintah dengan rakyat.
"Secara umum itu kami kalau Komunikolog Indonesia itu selalu ingin pemerintahan itu ya, siapa pun presidennya, apalagi ini Pak Prabowo ini, tentunya pengen berhasil. Cuma belakangan kami melihat kok ada jurang komunikasi yang jauh sekali," kata Effendi.