"Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun bernilai ekonomi," kata Mulyadi.
Dia menilai, inovasi ini berpotensi memberikan dampak luas bagi Indonesia, mulai dari menekan impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi polusi dari bahan bakar fosil.
"Yang paling penting, ini juga membuka lapangan pekerjaan baru," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman menyambut positif inovasi tersebut. Dia menilai Indonesia membutuhkan terobosan energi alternatif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bensin impor.
"Ini bisa menjadi salah satu solusi. Nanti akan dilakukan uji pada kendaraan mobil dan motor, kita fokuskan di sana," kata Laode.
Untuk mempercepat proses, Laode menunjuk Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad memimpin tim teknis bersama perwakilan BOBIBOS dalam menyusun kebutuhan uji coba.