Boroujerdi menyampaikan, masyarakat Iran menyadari rudal-rudal Israel dan AS juga tak akan memilih penganut Sunni dan Syiah.
"Oleh karena itu, maka kita bisa juga dari sejarah, kita bisa melihat bahwa Nabi Muhammad SAW dalam perang saat itu juga di sampingnya ada Ali, ada Umar, ada Usman, ada sahabat-sahabat yang lainnya yang mereka semuanya berpegang kepada wa'tashimu bihablillahi jami'an wala tafarraqu," tuturnya.
"Karena kalau kondisi perang seperti itu maka tidak perlu semestinya untuk membesar-besarkan perbedaan mazhab dan agama. Ya, kalau kita juga melihat saat ini bahkan Israel lah yang memisah-misahkan antaragama," katanya.