Menurutnya, Kemendikdasmen perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan tidak adanya kelalaian sistemik dalam penyaluran bantuan pendidikan.
“Karena sepengetahuan kami anggaran pendidikan dari APBN itu besar, harusnya kebutuhan dasar pendidikan dasar pendidikan seperti buku dan alat tulis bisa terpenuhi,” katanya.
Selain itu, Habib juga mempertanyakan efektivitas mekanisme deteksi dini oleh pihak sekolah dan pemerintah daerah terhadap siswa yang mengalami tekanan ekonomi maupun psikososial.
Dia menilai penyelenggara pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah hingga guru, seharusnya lebih peka terhadap kondisi murid.
“Pengusutan ini penting agar negara tidak abai. Kita perlu memastikan apakah bantuan pendidikan sudah tepat sasaran dan apakah ada pendampingan bagi anak-anak yang mengalami tekanan berat akibat kemiskinan,” ucapnya.