DPR Minta Pembelajaran Jarak Jauh Dievaluasi Berkala Berbasis Temuan di Lapangan

Kiswondari
Ilutrasi, pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah wabah virus corona (Covid-19). (Foto: Dok. Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah berjalan hampir setahun dinilai belum maksimal dan perlu perbaikan menyeluruh. PJJ suatu keniscayaan di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19).

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, telah mendengar berbagai masukan dari berbagai stakeholder dan kelompok masyarakat terkait PJJ.  Salah satunya mengenai kesenjangan akses internet bagi para peserta didik yang berasal dari latar belakang berbeda.

Selain itu masukan juga diperoleh dari Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyoroti aspek psikologis peserta didik kesulitan berupa tugas yang menumpuk, waktu pengerjaan tugas sempit, sehingga siswa kurang istirahat dan kelelahan.

"Lalu menurut Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), PJJ membuat pencapaian perkembangan anak tidak optimal terutama pada aspek perkembangan sosial emosional," ujar Hetifah di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Dia berharap ada evaluasi berkala terhadap kebijakan yang diterapkan. "Kita juga perlu mengukur bagaimana dampak riilnya. Apakah kebijakan itu efektif dan hal-hal apa yang perlu diperbaiki," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

8 hari lalu

Jenazah Rachmat Gobel Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

8 hari lalu

Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia

9 hari lalu

Komentar Menohok Rieke Diah Pitaloka Dicap Terlalu Ikut Campur di Kasus Erin Vs Eks ART

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal