Tifa menjelaskan, penyakit autoimun agresif memiliki gejala perubahan kulit yang agresif, gatal luar biasa, hingga sarkopenia atau penurunan massa otot. Menurut dia, kondisi tersebut dapat merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.
"Sebagai dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau. Ketika kondisi Autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung," tutur dia.
Dia menilai orang yang menyebut kondisi Jokowi sebagai alergi kulit biasa usai berkunjung ke Vatikan sebagai hoaks.
"Sekali lagi ini sakit berat, berat sekali," kata dia.
Sementara itu, ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah menegaskan Jokowi hanya mengalami alergi kulit. Perubahan pada kulit wajah Jokowi, kata dia, akibat peradangan dari alergi tersebut.
"Alerginya menyebabkan peradangan. Tapi, saat ini sedang proses pemulihan dan mulai membaik, sangat membaik," kata Syarif saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Minggu (22/6/2025).
Dia juga memastikan Jokowi dalam kondisi sehat. Dia mengatakan Jokowi dalam masa pemulihan.
"Kondisi Bapak (Jokowi) membaik, sedang proses pemulihan. Kalau secara visual, bisa dilihat kulit Bapak memang agak berubah," ujar Syarif.