Dalam meme tersebut mengaitkan BEM UI dengan Partai Demokrat. Termasuk di antaranya dibiayai oleh Partai Demokrat, dengan memasang wajah Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief serta Agus Harimurti Yudhoyono.
Menurut dia, beredarnya meme itu sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu. Tudingan Demokrat berada di balik aksi BEM UI itu diklaim telah diterima sejumlah kader dan pengurus partai melalui pesan WathsApp (WA). Dia menegaskan bahwa hal itu adalah fitnah.
"Hari ini, muncul kembali serangan ke WA-WA pengurus dan kader kami. Termasuk ke kontak dari rekan-rekan kami. Muncul pula berbagai akun IG dan twitter yang menyebarkan fitnah serupa," ujarnya.
Dia menilai tindakan BEM UI merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Mahasiswa, kata dia memang seharusnya mengkritik pemerintah dengan tujuan memberikan masukan yang baik.
"Sejak Bung Karno ketika mahasiswa. Bagian dari sejarah perjalanan demokrasi di negeri ini, yang melakukan koreksi terhadap Orde Lama, dan Orde Baru misalnya," katanya.