Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan, I Gusti Ketut Astawa menuturkan, secara produksi pasokan cabai sebenarnya melimpah. Namun, faktor cuaca hujan memengaruhi kelancaran panen dan distribusi ke pasar.
“Produksi cabai sangat banyak, tetapi kondisi hujan memang mengganggu. Kemarin Pak Mentan sudah mendorong hampir 40 ton cabai dari Bener Meriah, Aceh, ke Jakarta. Dampaknya sudah terlihat, harga cabai mulai turun,” ucap Ketut.
Melalui kegiatan monitoring ini, Perum Bulog bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan di atas kertas, tetapi juga melalui pengawasan langsung di lapangan.
Dengan sinergi yang kuat antarinstansi, pemerintah optimistis masyarakat dapat menyambut perayaan Natal 2025 dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pangan pokok.