Diplomat Jerman Datangi Markas FPI, Pakar Hukum UI: Ceroboh, Sebaiknya Pulangkan

R Ratna Purnama
Seorang diplomat Jerman berkunjung ke Markas FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews.id - Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyebut kedatangan pegawai Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia ke Markas Front Pembela Islam (FPI) sebagai tindakan ceroboh. Kunjungan ini berpotensi merusak hubungan diplomati kedua negara.

Hikmahanto menuturkan, setidaknya terdapat empat alasan untuk menyayangkan kunjungan tersebut. Pertama, hingga saat ini tidak dijelaskan apakah yang datang ke markas FPI tersebut sekadar pegawai atau diplomat. Kedua, terlepas dari hal itu, tidak seharunya pegawai kedutaan mencari tahu tentang sesuatu dengan mendatangi Markas FPI.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana. (Istimewa)

”Bila pegawai tersebut ingin mencari tahu seharusnya dilakukan di tempat netral, seperti hotel ataupun rumah makan,” katanya, Minggu (20/12/2020).

Hikmahanto melanjutkan, alasan ketiga yakni kunjungan tersebut dapat disebut tindakan ‘bodoh’ di era media sosial. Ketika eskalasi situasi politik naik, kunjungan itu dapat direkam oleh siapa pun sehingga dapat menimbulkan penafsiran macam-macam.

Keempat, pegawai atau diplomat yang datang tersebut bahkan tidak cerdas dan sensitif dengan situasi politik yang belakangan berkembang di Indonesia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Ngeri! Gedung Apartemen Meledak hingga Hancur Rata dengan Tanah, Diduga akibat Gas

Internasional
19 hari lalu

Tak Terima Disebut Kalah Negosiasi dari Iran, AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman

Internasional
22 hari lalu

Tak Terima Dikritik soal Iran, Trump Serang Balik Jerman: Tak Heran Ekonominya Sulit

Internasional
22 hari lalu

Dikritik Kanselir Jerman soal Perang Iran, Ini Komentar Pedas Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal