Dia mengatakan keyakinan ini realistis mengingat realisasi rata-rata nilai tukar rupiah sejak awal tahun hingga pertengahan Mei masih terjaga di level Rp16.900 per Dolar AS secara tahun berjalan (year-to-date).
Dia menegaskan posisi rata-rata Rp16.900 per dolar AS tercapai justru di saat seluruh faktor penekan, baik dari sentimen geopolitik luar negeri maupun lonjakan musiman permintaan dolar periode Mei-Juni, sedang berada di titik puncaknya.
Oleh karena itu begitu fase musiman ini terlewati, dia meyakini pelemahan rupiah akan melandai.
Untuk mengawal proses pemulihan tersebut, dia memastikan akan terus mengucurkan pasokan valas dan melakukan intervensi aktif guna menstabilkan pasar uang.
"Apakah BI akan masuk? masuk. Karena sekarang year to date Rp16.900 dan pengalaman kami kalau April, Mei, dan Juni memang tinggi, kalau Juli-Agustus akan menguat," tutur Perry.
Dengan seluruh bauran kebijakan moneter yang disiapkan oleh bank sentral, Perry menegaskan target tahunan diproyeksikan tidak akan meleset dari sasaran makro yang telah disepakati bersama pemerintah.
"Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200-Rp 16.800," tutur dia.