“Kami menyadari bahwa kader adalah aset dan masa depan perjuangan HMI. Oleh karena itu, pemberian bantuan dana pendidikan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi merupakan tanggung jawab moral organisasi untuk memastikan kader yang terdampak bencana tetap dapat melanjutkan pendidikan dan proses kaderisasi. HMI harus hadir bukan hanya dalam gagasan, tetapi juga dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh kader dan masyarakat,” tutur dia.