Di Konferensi Tokyo, SBY Soroti Krisis Multilateralisme hingga Serukan Dunia Kembali ke Jalur Kerja Sama 

Puti Aini Yasmin
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara Tokyo Conference 2025. (Foto: Istimewa)

TOKYO, iNews.id - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara dalam forum Tokyo Conference 2025. Dalam pidato kuncinya, SBY menyoroti multilateralisme yang saat ini sedang dalam krisis. 

Bicara di depan ratusan peserta dari berbagai negara, SBY menggambarkan dunia yang semakin terpecah belah.

"Benar bahwa tidak ada lagi Perang Dunia sejak 1945. Tapi kini, lihat di Ukraina, Gaza, Kongo dan Sudan, dan yang lebih dekat, perang sipil di Myanmar," kata SBY.

SBY menambahkan, Amerika Serikat (AS), negara yang membantu menciptakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekarang mundur dari sejumlah perjanjian multilateral. Persaingan geopolitik menghambat kerja sama kawasan dan multilateral. 

"Ke-aku-an (me-ism), dan bukannya ke-kita-an (we-ism) yang berkembang cepat. Dewan Keamanan PBB lumpuh, gagal menghentikan genosida di Gaza maupun perang di Ukraina. Ada persepsi kuat tentang standar ganda dalam penerapan hukum dan norma internasional," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono Bertemu 2 Menteri Singapura, Bahas Investasi hingga Pengembangan Transportasi Publik

57 tahun lalu

Seskab Teddy Bertemu Dubes India, Bahas Rencana Kunjungan PM Narendra Modi

57 tahun lalu

Pramono Bertemu PM Singapura Lawrence Wong, Jajaki Investasi TOD hingga MRT Jakarta

57 tahun lalu

SBY Soroti Penguatan Rupiah dan IHSG: Semoga Ini Awal Pertanda Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal