Dia memastikan Dewan Pers akan berkomunikasi dengan lembaga negara seperti Danantara hingga Kementerian BUMN dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Hal itu untuk menyelamatkan iklim media konvensional.
"Kami tentu akan berkomunikasi ke tenaga kerja, bagaimana tenaga kerja, bagaimana Komdigi, bagaimana keberadaan Danantara, kalau dulu menteri BUMN ini memikirkan itu," tuturnya.
Menurut dia, keberadaan media konvensional bagus untuk menangkal informasi palsu atau hoaks. Komaruddin pun menilai, pemerintah dan masyarakat akan rugi bila tak ada media konvensional.
"Kalau sampai media mainstream itu kemudian tinggalkan, pemerintah rugi. Karena itu media yang terpercaya dan lewat proses editorial, seleksi bisa dipertanggungjawabkan, kalau sampai itu ditinggalkan itu rugi, masyarakat rugi, negara juga rugi," pungkasnya.