Demo Ricuh di Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Tangkap 13 Perusuh

iNews TV
Polisi menangkap belasan orang diduga provokator saat aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya yang berujung ricuh, Jumat (26/6/2026) malam. (Foto: iNews)

Beberapa poin tuntutan krusial yang disuarakan oleh elemen masyarakat tersebut di antaranya mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga bahan pokok (sembako).

Selain itu, menolak keras terhadap rancangan revisi Undang-Undang (UU) Polri dan UU TNI. 

Hingga malam ini, aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya massa susulan yang kembali berkumpul.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

"Hari ini adalah perpanjangan napas perlawanan warga Kota Surabaya. Yang kami rasakan di lapangan, harga kebutuhan pokok terus naik dan semakin memberatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM," ujar Septia kepada wartawan di depan Grahadi.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aksi Demo di Surabaya Ricuh, Massa Rusak Gedung Grahadi

57 tahun lalu

Demo di DPRD Sultra Ricuh, Mahasiswa dan Petugas Saling Dorong

57 tahun lalu

Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan usai Terima Uang Rp20 Juta

57 tahun lalu

Pasukan Oranye Langsung Bersihkan Jalan usai Massa Demo Dukung MBG di Jakpus Bubar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal