Demo di Semarang Ricuh, DPR Ingatkan Aparat Humanis Hadapi Massa

Felldy Aslya Utama
Kericuhan saat aksi demo di Semarang, Senin (26/8/2024) malam. (Foto: iNews/Kristadi)

JAKARTA, iNews.id - Aksi demontrasi mahasiswa di Kota Semarang ricuh setelah terjadi bentrok antara aparat dengan pengunjuk rasa. Komisi III DPR mengingatkan agar aparat menggunakan cara-cara humanis saat menghadapi massa.

"Kalu kita pakai cara tindakan represif hanya akan memperburuk situasi dan mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara. Aparat keamanan agar tetap mengedepankan dialog, kebijaksanaan, dan sisi humanis," ujar Anggota Komisi III Gilang Dhielafararez, Rabu (28/8/2024). 

Setidaknya ada 33 orang dibawa ke rumah sakit akibat tindakan represif aparat. Diketahui 6 orang aparat juga terluka akibat kejadian ini. Gilang menyayangkan demo yang berakhir ricuh tersebut.

“Menyampaikan aspirasi dilindungi oleh konstitusi. Tapi kami juga mengimbau agar aksi unjuk rasa dilakukan dengan tertib dan damai untuk menjaga stabilitas keamanan,” ungkapnya.

Menurut dia, tindakan represif aparat tak hanya mengenai massa aksi di Semarang, tetapi juga warga yang tak ikut unjuk rasa. Bahkan anak-anak yang sedang mengaji ikut menjadi korban. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arus Lalin di Sekitar DPR RI Ramai Lancar Jelang Demo Mahasiswa

57 tahun lalu

Suasana Terkini Bundaran HI Jakpus Jelang Aksi Demo, Polisi Disiagakan

57 tahun lalu

Unjuk Rasa Dukung Prabowo, Massa Tani Merdeka: Bukan Aksi Tandingan Mahasiswa

57 tahun lalu

Pimpinan DPR Siap Terima Mahasiswa yang Demo Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal