Mereka yang diikutkan dalam program itu, lanjut dia, berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.
Menurutnya, sasaran prioritas program ini, siswa nakal yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas dan tindakan kriminal.
"Selama enam bulan siswa akan dibina di barak dan tidak mengikuti sekolah formal. TNI yang akan menjemput langsung siswa ke rumah untuk dibina karakter dan perilakunya," katanya.